Wewe Gombel Di Pematang Sawah

ZetSet.Net – Pernah kebayang bagaimana rasanya bertemu hantu saat lari pagi? Mudah-mudahan jangan sampai ngalamin deh ya. hehe.. Ini kisahku saat bertemu wewe gombel pas lagi lari pagi. Waktu itu saya masih duduk di kelas 11 SMA.

Waktu itu salah satu hobby saya adalah jogging, hampir tiap hari minggu sehabis subuh saya jogging menyusuri jalan di tengah persawahan. Pas hari itu tetangga saya minta ikut jogging bareng saya. Kami pun memulai jogging dari depan gang menuju ke jalan tengah persawahan yang biasa saya lewati, kondisi pada waktu itu sudah pagi atau pas setelah adzan subuh tetapi kabut masih sangat tebal, kami pun sampai di keteb (perbatasan antara sawah dan desa).

Baca Juga : Sosok Hitam Mengerikan

Nah di situ saya mendengar suara mirip seperti ayam betina berkokok, tetapi setelah saya dengarkan dengan saksama suara kokokan ayam betina itu semakin lama berubah menjadi suara cekikikan (srperti suara kunti). Firasat saya mengatakan bahwa kami akan bertemu makhluk halus di ujung jalan sana. Saya langsung ngomong sama tetangga saya yang kebetulan masih saudara saya, “lik, mending sampean mulih bae” (Tante, mending kamu pulang saja). Dengan heran tetangga saya menjawab.

“Loh emang ngapa?” jawabnya (Loh memang kenapa?).
“Dewek arep petukan karo medi” jawabku (kita akan bertemu dengan hantu).
“Alah wong wis esuk kok” jawabnya (alah orang udah pagi kok).
“Ya wis, sing penting aja mlayu ya nek ketemu medi!” Bentakku (ya sudah, yang penting jangan kabur ya kalau ketemu hantu).

Ketika Wewe Gombel Menampakkan Wujudnya

Kami pun melanjutkan jogging menyusuri jalanan yang berada di tengah sawah. Sekitar kurang lebih 1 km dari desa, saya dan tetangga saya mendengar suara perempuan tertawa keras sekali, seperti tertawa dengan menggunakan sound system, tetangga saya yang hanya mendengar suara itu pun kaget. Sementara saya mendengar suara itu sekaligus melihat sesosok perempuan berbaju putih kusam sedang duduk di sebuah jembatan yang berada di tengah sawah. Kami berjarak hanya beberapa meter dari sosok perempuan itu, sosok perempuan itu memakai daster putih kusam, rambutnya acak-acakan, matanya melotot, saat perempuan itu menoleh ke arahku ternyata subhanallah, mukanya sebagian hilang.

Baca Juga : Tersesat Memasuki Alam Ghaib

Saat tetanggaku lagi sibuk mencari-cari sumber suara itu, saya berinisiatif menunjukan si empunya suara tersebut kepada tetanggaku,

“kae loh lik, sing miki ngguyu-ngguyu, saiki lagi njaggong nang brug” kataku. (itu loh tante, yang tadi ketawa-ketawa, sekarang lagi duduk di jembatan).

Entah tetanggaku sempat melihat atau tidak, yang jelas ia langsung teriak seraya menarik tanganku mengajak untuk segera pulang.

Sepanjang perjalanan pulang, tetanggaku hanya diam dengan wajah pucat. Setelah tiba di rumah pukul setengah 7 pagi, pas saya bertemu dengan tetanggaku yang lain yang sering memancing di jembatan itu, saya langsung bercerita yang tadi saya alami dan ternyata dia juga pernah melihat sosok wanita itu duduk di jembatan yang berada tengah sawah itu, dan dia berkata bahwa itu adalah wewe gombel.

Onitha Indriani

Kadang rasa takut yang berlebihan yang malah akan mematahkan simpul senyum kita,.


Tulis Komentar