Tersesat Memasuki Alam Ghaib

ZetSet.Net – Pernah mendengar cerita orang-orang disekitarmu tentang tersesat memasuki alam ghaib? Ada yang selamat bisa kembali, ada juga yang tak dapat kembali hilang ditelan bumi atau bahkan kembali namun hanya tinggal nama. Berikut ini ada sebuah cerita yang masih mengenai tersesat memasuki alam ghaib.

Awal Cerita

Kira-kira sudah 11 tahun saya menetap di daerah Sawangan. Saya sudah beristri dan mempunyai 3 orang anak. 2 laki-laki dan 1 perempuan, saya seorang karyawan swasta yang sudah lama bekerja dan saya geluti untuk menafkahkan anak dan istri. Jarak dari rumah ke tempat saya bekerja kurang lebih 13 km yang dapat ditempuh dengan waktu 25-30 menit.

Baiklah saya akan menceritakan pengalaman kesasar ke gerbang gaib yang menurut saya sendiri aneh tapi benar-benar saya alami yang terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Sore itu saya pulang sekitar jam 18.25 Wib harinya saya masih ingat, selasa malam rabu. Seperti biasa saya memacu sepeda motor saya hanya 40 km/jam dengan sekeliling saya yang ramai mobil dan motor yang saling mendahului. Tepat di depan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Suara adzan Isya terdengar dengan keras karena disekitar RSUD itu terdapat masjid yang cukup Besar.

Baca Juga : Melihat Hantu Tanpa Mata Batin

Berhubung pada saat itu sedang diadakan perbaikan jalan, maka semua pengendara motor dialihkan jalurnya ke sebuah gang yang melewati belakang masjid tersebut. Saya mengikuti dari belakang kemana para pengendara melewati rumah-rumah penduduk dan lika-liku yang akhirnya sampilah tepat dibelakang masjid itu. Tapi saya tidak lagi melihat deretan atau barisan para pengemudi motor didepan saya. Yang saya lihat jalanan tanah yang kanan dan kirinya berdiri pohon-pohon palm yang tinggi dengan suasana gelap gulita tanpa ada setitik lampu apalagi listrik.

Menyadari Ada Yang Tidak Beres

Saya heran bercampur takut ada dimana saya sekarang. Begitu asing dan seperti belum pernah ada orang yang melewatinya. Saya terus menyusuri jalan itu meski heran dan takut kepala saya menengok kanan dan kiri kalau-kalau ada seseorang yang bisa saya tanya. Kira-kira 10 menit perjalanan saya melihat nampak seseorang membawa sebuah obor dan akan pulang ke sebuah gubuk gak jauh dari jalan yang sedang saya lewati.

Saya hentikan motor saya dan bertanya pada bapak itu. “Maaf pak saya mau tanya, jalan yang mau ke Bojongsari lewat mana pak? Sambil menggenggam obor bapak itu menjawab “kamu sudah salah jalan, sudah kelewat jauh. Sekarang kamu balik arah dan jangan sekali-kali menengok ke belakang. Di belakang kamu semakin jauh semakin dalam dan gelap” saya heran apa maksudnya.

“Terima kasih pak atas bantuannya” jawabku sambil membelokan motor saya. Namun tanpa sengaja saya menginjak tali sepatu saya yang lepas dari ikatannya. Lalu saya standarkan motor dan duduk pada sebuah batang pohon yang sudah roboh. Tanpa sadar saya bergumam dan membaca Istighfar “Astaghfirullah haladzim. Saya ada dimana ya?” seketika itu pula jalanan terbentang dihadapan saya yang berderet lampu-lampu dengan kanan dan kiri perumahan penduduk dan ramai pertokoan.

Baca Juga : Penjaga Pagar Makam Keramat

Bapak Tua Misterius Menghilang

“Allahuakbar, kok bisa! Saya cari bapak yang bawa obor tadi, sudah raib entah kemana. Dan gubuk yang saya lihat tadi sudah menjelma menjadi Indomart. Saya bergegas tancap motor saya sambil tak hentinya membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an sebisa yang saya ingat. Sesampai dirumah, keluarga sudah menunggu dengan wajah cemas yang katanya saya sudah di telpon berkali-kali lewat handphone tapi selalu gak tersambung padahal hp saya kondisi sehabis di charger (baterai full).

Saya lihat jam dinding “Ya Allah sudah jam 22.30 WIB, sedemikian lamakah saya pergi. Padahal waktu itu masih terdengar Adzan Isya”. Lalu saya menceritakan kejadian yang baru saya alami kepada anak dan istri saya. Semoga para pembaca tidak mengalami seperti apa yang saya alami. Beruntung saya masih bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga karena ada “bapak misterius yang menolong saya”.

 

Onitha Indriani

Kadang rasa takut yang berlebihan yang malah akan mematahkan simpul senyum kita,.


Tulis Komentar