Pohon Kertas dan Seorang Anak

ZetSet.Net – Dulu ada seorang anak yang menderita kanker, hidupnya tak akan bisa bertahan lama lagi. Ia hidup bersama mamah dan papahnya, ia tidak memiliki kakak maupun adik, ia juga tidak bisa bersekolah seperti anak-anak yang lainnya.

Setiap hari ia hanya menulis surat di dalam buku diary miliknya. Ia tidak pernah berbicara kepada siapapun, orang tuanya pun sangat risau dengan keadaan anaknya. Ketika ingin makan ia harus di tegur dahulu agar ia mau makan. Setiap hari ia selalu menyendiri di kamar, suatu hari ketika musim semi ia melihat sebuah bunga yang sangat indah, bunga itu adalah bunga sakura.

Baca Juga : Akulah Pembunuh Itu

Tetapi pandangannya tertuju oleh sebuah pohon yang tidak berdaun dan berbunga, ia ingin sekali menghias pohon itu, lalu ia terpikir untuk menghias pohon itu dengan kertas. Keesokan harinya ia pergi ke halaman rumahnya ia telah mempersiapkan banyak tulisan di kertas. Tentang kebahagiaan dia, tentang kesedihan, tentang impian, lalu anak itu menggantungkan kertas tulisan itu dengan menggunakan benang.

Kisah Pilu Anak Itu

Ia menggantungkan setiap tangkai dengan surat, ia juga mengaitkan pita warna-warni di batang pohon itu. Ia sangat bahagia melihat pohon itu penuh dengan kertas impian yang banyak nan indah, ia menamakan pohon itu dengan sebutan pohon kertas, dengan sejuta kisah kehidupan yang ia alami selama hidupnya.

Ia tak pernah mengeluh tentang keadaan hidupnya. Tetapi sungguh mengenaskan dan menyedihkan kisah tentang anak itu. Ia meninggal, sebelum ajal menjemputnya. Ia nekat memotong tangannya dengan pisau dan menggantung diri di pohon kertas yang tinggi itu. Ia diketahui setelah orang tuanya mencari ia kemana-mana dan di temukan tergantung di pohon kertas.

Orang tuanya sangat sedih dan jasad anak itu di kuburkan di bawah pohon kertas. Setelah kejadian itu rumah mereka terlihat tampak sangat mengerikan, ternyata di pohon kertas itu si anak menulis sebuah tulisan bahwa ia telah merencanakan untuk mati dalam keadaan bunuh diri. Dan pohon kertas itu tetap menjadi kenangan yang paling berharga. Dan juga menjadi pohon angker yang setiap malam akan terdengar suara-suara langkah kaki seorang anak kecil.

 

Onitha Indriani

Kadang rasa takut yang berlebihan yang malah akan mematahkan simpul senyum kita,.


Tulis Komentar