Motor Makin Tua Makin Dicari

ZetSet.Net – Saat ini ada banyak motor keluaran terbaru. Tapi untuk beberapa kalangan, motor tua tetap jadi pilihan lho guys. Buat Kamu yang punya motor tua di rumah, supaya tetap tokcer dan punya nilai tinggi, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan!

motor-tua-4

 

Perhatikan Komponen Mesin

Yang amat berpengaruh pada nilai motor tua adalah originalitas komponen motor, terutama pada bagian body dan aksesoris. Kaca spion, lampu sen, jok motor dan speedometer, adalah incaran utama saat orang berburu motor tua. Originalitas itu juga menjadi gengsi si pemilik, karena sulit mencari aksesoris motor yang benar – benar asli dari masanya. Untuk seorang kolektor, mereka akan berburu ke berbagai tempat demi mendapatkan bagian – bagian asli dari tahun keluaran motornya.

motor-tua-2

motor-tua-1

 

Selain keaslian motor secara keseluruhan, kondisi motor tersebut harus prima. Makanya Kamu harus rajin ngerawat motormu secara rutin, supaya kalau ada gangguan bisa cepat terdeteksi. Misalnya aja speedometer nggak lagi berjalan normal, Kamu harus lihat bagian gigi nanas atau tali penghubung speedometer. Kalau perlu kamu harus membawa motor tuamu ke bengkel yang khusus menangani motor tua. Biasanya montir di bengkel itu  punya pengalaman tentang motor lawas alias tua. Karena motor tua membutuhkan penanganan berbeda dengan motor keluaran tahun terbaru.

motor-tua-5

motor-tua-6

Usahakan mengganti oli secara teratur dan selalu panaskan motor setiap hari meski motor nggak dipakai. Motor yang nggak pernah dipanaskan akan menimbulkan banyak gangguan, seperti susah distater akibat gumpalan kotoran pada komponen mesin. Kamu juga harus rajin mencuci motormu, untuk mencegah penumpukkan debu yang bisa mempengaruhi kinerja mesin, atau motor terlihat kusam karena jarang dibersihkan.

Baiklah guys.. rasanya cukup sampai disini tips dan trik untuk merawat motor tuamu, agar awet dengan kinerja mesin yang baik pula pastinya. Siapa tahu ada kolektor yang berminat membeli motor tuamu dengan harga tinggi ? 😀

Onitha Indriani

Yang begitu tinggi saja tak melangit, tapi mengapa banyak tanah yang merupa angkasa?!,.


Tulis Komentar