Menguak Misteri Kutub Selatan

ZetSet.Net – Kutub Selatan atau sering dikenal dengan antartika mempunyai sejuta misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan. Antartika sendiri disebut sebagai kunci dari bentuk bumi yang sebenarnya, bulat atau datar.

Belakangan ini di berbagai media sosial sedang gencar membahas tentang bumi yang berbentuk datar (flat earth). tidak cuma di Indonesia, di Amerika pun pandangan tentang bumi datar sempat viral dan cukup banyak dipercaya oleh beberapa kalangan. Guru-guru yang diharapkan bisa men-counter hal ini ga jarang ikut-ikutan terbawa arus dan percaya dengan bumi datar.

Baca Juga: Menguak Kehidupan Manusia di Bawah Tanah

Tapi disini kita tidak akan membahas tentang Flat Earth, yang akan kita bahas adalah Misteri Kutub Selatan atau Antartika. meskipun demikian tetap saja antartika sangat berhubungan dengan bentuk asli bumi, bulat atau datar.

 

Expedisi Antrtika oleh Admiral Richard E. Byrd

admiral richard e-byrd dan antartikaTokoh penting dalam penjelajahan Antartika adalah Admiral Richard E. Byrd, perwira angkatan laut pemegang Medal of Honor medali tertinggi di militer USA. Ia tercatat sebagai penerbang pertama yang terbang ke Kutub Utara (Artik) dan Kutub Selatan (Antartika). Bisa dibilang ia adalah orang pertama yang mengetahui rahasia dibalik Antartika.

Ia menjelajah Antartika untuk pertama kalinya di tahun 1928-1930 dengan 2 kapal laut dan 3 pesawat udara. Kemudian ia kembali menjelajah di tahun 1934 sendirian selama 5 bulan di Antartika. Penjelajahannya yang ke-3 dilakukan di tahun 1939-1940 dimana ia ditugaskan oleh pemerintah AS.

 

Operation Highjump

operation highjump admiralYang paling fenomenal adalah penjelajahannya yang ke-4 ditahun 1946-1947 setelah perang dunia ke 2 yang terkenal dengan nama operation highjump. Kali ini ia membawa pasukan militer lengkap, 13 kapal laut, termasuk kapal induk dan 29 pesawat terbang termasuk helikopter dan ini merupakan penjelajahan Antartika terbesar sepanjang kehidupan umat manusia.

Yang jadi pertanyaan adalah mengapa perlu membawa pasukan sebanyak itu? Bahaya apa yang di takutkan? Sampai sekarang tujuan sesungguhnya tidak terungkap. Dokumentasi operation highjump sempat beredar, terlihat bahwa Admiral Byrd menemukan wilayah di Antartika yang tidak ditutupi salju dan berair hangat yang memungkinkan ada kehidupan lain dibalik tembok es Antartika. Dari dokumen itu diketahui bahwa Antartika kaya akan sumber daya mineral.

Dalam wawancara Adm Byrd di harian chile 1947, ia mengemukakan suatu statement yang mengejutkan. Ia mengatakan bahwa “Amerika perlu melakukan tindakan difensif terhadap serangan musuh yang datang dari kutub selatan”.

Musuh yang mana? Kenapa dari kutub Selatan? Misteri ini masih belum terjawab hingga sekarang.

 

Operation Deep Freeze

operation deep freezeEkspedisi ke 5 nya dilakukan di tahun 1956-1957 dikenal dengan nama operation deep freeze untuk membangun 3 pangkalan militer di Antartika.

Yang jadi pertanyaan jika Antartika kaya akan mineral, kenapa yang dibangun pangkalan militer, bukan malah mengeksploitasi kekayaan Antartika? Padahal banyak perusahaan yang mengeksploitasi kutub utara dan dinginnya kutub bukanlah menjadi alasan. Sungguh tidak masuk akal bukan?

Apa yang Byrd dan Elite Global sembunyikan?

Dalam wawancara, Byrd juga megatakan bahwa ada wilayah seluas Amerika Serikat yang belum pernah dilihat oleh orang lain, letaknya di bagian lain Antartika. Dari sini jelas sekali bahwa Byrd tidak bicara dengan menggunakan peta bumi bola, sebab jika melewati Antartika seharusnya akan bertemu benua lain dibagian selatan khatulistiwa, yakni Amerika Selatan, Afrika Selatan atau Australia.

Bryd bicara dengan menggunakan peta bumi datar. Dari pernyataanya dapat di simpulkan bahwa jika kita melewati kutub selatan, maka kita akan bertemu dengan dunia lain yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Yang juga menarik di situs Library of Congress (https://www.loc.gov/) anda bisa menemukan peta seperti ini :

peta bumi datar

Peta itu ditemukan di sebuah kuil di jepang yang di buat sekitar 1000 tahun lalu. Kita lihat yang bulat ditengah itu adalah peta bumi datar, lingkaran putih adalah lingkaran tembok es Antartika, dibagian luarnya ada lusinan benua sebesar benua amerika, apakah ini yang dimaksud Byrd? Apakah itu yang dikatakan Bird sebagai ancaman untuk bumi?

 

Antarctic Treaty

Pada tahun 1957, dimulailah perundingan Antarctic Treaty yang baru di tandatangani 2 tahun kemudian yakni tahun 1959 dimana Antartika di deklarasikan sebagai daerah terlarang. why?, apa yang mereka rahasiakan disana?, masih menjadi misteri sampai sekarang.

 

Benua yang Masih Misterius

militer di antartika

Beberapa bagian di Antartika sedemikian dinginnya, kata seorang penulis, sampai-sampai ”kalau Anda menjatuhkan sebatang baja, benda itu akan pecah seperti gelas, dan jika Anda mengeluarkan seekor ikan dari dalam lubang es, lima detik kemudian ikan itu akan membeku keras”. Karena kondisinya yang ekstrim, lingkungannya yang tanpa tumbuhan namun luar biasa indah—adakalanya dilengkapi cahaya aurora australis yang mempesona—berada di Antartika bagaikan berada di dunia lain.

Namun, Antartika adalah bagian dari dunia kita ini. Sebenarnya, Antartika dianggap sebagai laboratorium alami raksasa untuk mempelajari bumi dan atmosfernya, serta perubahan lingkungan hidup secara global, termasuk perubahan yang berhubungan dengan kegiatan manusia. Bidang-bidang inilah yang semakin diminati para ilmuwan. Mereka telah mengamati adanya fenomena baru yang mencekam di Kawasan Kutub Selatan, dan ini menandakan adanya ketidakberesan. Namun, marilah kita bahas dulu mengapa Antartika adalah benua yang unik.

Baca Juga: Mitos-Mitos Jaman Dulu Yang di Percaya Hingga Kini

Pertama, Antartika—benua paling terpencil di dunia—merupakan benua yang penuh kontradiksi. Sangat cantik dan perawan, namun amat tidak bersahabat. Inilah tempat yang paling berbadai dan paling dingin di bumi, sekaligus paling rapuh dan paling sensitif. Curah hujannya paling rendah dibandingkan dengan benua lain mana pun, namun esnya memuat 70 persen air tawar di planet ini.

Dengan ketebalan rata-rata sekitar 2.200 meter, es itu menjadikan Antartika benua tertinggi di dunia, dengan ketinggian rata-rata 2.300 meter di atas permukaan laut. Benua ini juga adalah benua kelima terbesar di dunia, namun Antartika tidak mempunyai penduduk tetap yang lebih besar daripada lamuk, sejenis lalat, yang hanya berukuran satu sentimeter.

 

Bagaikan Mengunjungi Mars!

Seraya Anda menjelajahi Antartika ke bagian-bagian dalamnya, semakin sedikit tanda-tanda kehidupan yang dapat ditemukan, khususnya sewaktu Anda sampai di daerah yang disebut lembah kering. Dengan luas 3.000 kilometer persegi, kebanyakan gurun-gurun kutub ini berada tinggi di Pegunungan Trans-antartika—rangkaian pegunungan yang terbentang di benua itu dengan ketinggian mencapai lebih dari 4.300 meter di beberapa bagiannya.

Angin yang membekukan bertiup kencang di lembah kering tersebut dan dengan cepat menyapu salju yang jatuh. Para ilmuwan yakin bahwa lembah-lembah ini merupakan daerah di bumi yang paling mirip dengan permukaan Mars. Oleh karena itu, lembah-lembah ini pernah dinyatakan sebagai lokasi yang cocok untuk menguji perlengkapan antariksa sebelum meluncurkan misi Viking ke Mars.

Namun, di lembah kering ini pun masih terdapat kehidupan! Di dalam batu-batu yang berpori-pori, dalam kantong-kantong kecil udara, hiduplah berbagai jenis bakteri, alga, dan fungi yang sangat tangguh. Mereka sanggup hidup di tempat yang sedemikian keringnya. Di luar mereka terdapat suatu dunia aneh berupa formasi bebatuan gundul yang disebut ventifact, yang bentuknya aneh dan sangat berkilauan dihasilkan oleh embusan angin Antartika yang tak henti-hentinya selama berabad-abad.

 

Dinamai Sebelum Ditemukan

Spekulasi mengenai benua selatan yang luas ini bermula dari para filsuf Yunani kuno. Misalnya, Aristoteles mendalilkan bahwa harus ada sebuah benua di sebelah selatan untuk mengimbangi daratan-daratan yang diketahui berada di Belahan Bumi Utara. Buku Antarctica—Great Stories From the Frozen Continent mengatakan bahwa ”karena belahan bumi utara terletak di bawah konstelasi Arktos atau Beruang, maka Aristoteles (384-322 SM) bernalar bahwa daratan tak dikenal di sebelah selatan ini pastilah Antarktikos—atau, lawannya”—atau antipode. Jadi, keistimewaan Antartika adalah bahwa ia telah dinamai sekitar 2.000 tahun sebelum ia ditemukan!

Pada tahun 1772, penjelajah Inggris Kapten James Cook berlayar ke arah selatan untuk mencari benua selatan yang telah didalilkan ini. Ia memasuki suatu dunia yang terdiri dari pulau-pulau berangin dan gunung-gunung es raksasa, atau yang ia sebut ”pulau-pulau es”. Beberapa dari antaranya, tulis Cook, memiliki radius sekitar tiga kilometer dan ketinggian 20 meter, namun laut menerpa mereka, dengan ombak yang sangat kuat dan besar.

Dengan pantang mundur, Cook terus berlayar ke selatan, dan pada tanggal 17 Januari 1773, kapalnya, Resolution, dan rekannya, Adventure, menjadi kapal-kapal pertama yang diakui melintasi Lingkaran Antartika. Cook mempercepat pelayarannya menerobos bongkahan-bongkahan es hingga akhirnya tidak bisa maju lagi. ”Tidak ada apa-apa yang bisa dilihat di bagian selatan kecuali es”, tulis Cook dalam catatan hariannya. Sebenarnya, sewaktu berbalik pulang, ia sudah berada sekitar 120 kilometer lagi dari daratan Antartika.

Jadi, siapa yang pertama kali melihat Antartika? Ya, siapa yang pertama kali menginjakkan kakinya di sana? Hingga hari ini, hal itu tidak dapat dipastikan. Mungkin saja para pemburu paus dan anjing laut, karena sewaktu Cook pulang, laporannya tentang sejumlah besar anjing laut, pinguin, dan paus menyebabkan para pemburu menyerbu kawasan ini.

 

Es yang Bersimbah Darah

Cook ”secara kebetulan menemukan apa yang mungkin merupakan kumpulan terbesar margasatwa dunia, dan ia adalah orang pertama yang memberi tahu dunia tentang keberadaan kumpulan ini,” tulis Alan Moorehead dalam bukunya, The Fatal Impact. ”Bagi satwa Antartika,” kata Moorehead, ” akibatnya adalah holocaust (pembantaian massal).” Buku Antarctica—Great Stories From the Frozen Continent menyatakan, Menjelang akhir abad kedelapan belas, perburuan anjing laut di belahan bumi selatan sangat mirip dengan perburuan emas.

Permintaan akan kulit anjing laut yang tak habis-habisnya oleh Cina dan Eropa segera menghabiskan semua daerah perburuan yang dikenal sebelumnya sehingga para pemburu terpaksa mencari daratan baru yang masih banyak anjing lautnya.

Baca Juga: Tahukah Kamu, Ternyata Benda Disekitarmu Ini Mengandung Emas

Setelah para pemburu anjing laut nyaris menghancurkan mata pencahariannya sendiri, para pemburu paus pun mulai menjarah lautan. ”Tak seorang pun yang akan pernah tahu seberapa banyak paus dan anjing laut yang dibantai di lautan sebelah selatan,” tulis Moorehead. ”Apakah jumlahnya sepuluh juta atau lima puluh juta? Tidak ada lagi gunanya menghitung; pembantaian terus berlangsung hingga hampir tak ada lagi yang bisa dibantai.”

Akan tetapi, dewasa ini, hukum internasional melindungi semua flora dan fauna di Antartika. Selain itu, tidak adanya binatang pemangsa di darat ditambah dengan persediaan makanan laut yang berlimpah menjadikan pantai Antartika pelabuhan musim panas yang aman bagi margasatwa. Namun, Antartika menunjukkan gejala-gejala akan adanya serangan yang lebih membahayakan, serangan yang mungkin tidak terjangkau oleh persetujuan internasional.

 

Bertolak Belakang

Meskipun ada kemiripan, Kutub Utara dan Kutub Selatan sangat bertolak belakang baik dalam hal lokasi maupun dalam hal-hal lain. Perhatikan fakta berikut ini. Wilayah sekitar Kutub Utara semuanya es dan laut, sedangkan Kutub Selatan berada di dekat bagian tengah benua kelima terbesar di bumi.

Kutub Utara dikelilingi benua Amerika, Asia, dan Eropa yang berpenduduk, sedangkan Antartika dikelilingi samudra raya, dan merupakan daerah paling berbadai di planet ini. Puluhan ribu keluarga tinggal di Lingkaran Arktik, yang juga menjadi rumah bagi ribuan flora dan fauna. Akan tetapi, tidak ada manusia yang menjadi penduduk asli Antartika. Penduduk aslinya hanyalah alga, bakteri, lumut, lumut kerak, dua spesies tanaman bunga, dan segelintir spesies serangga.

Antartika dijuluki benua yang berdenyut kata Encyclopædia Britannica, karena setiap tahunnya terjadi penumpukan dan penyusutan garis pantai terluar yang tertutup es. Pada puncaknya, bongkahan es dapat membentuk lepas pantai sejauh 1.600 kilometer. Perluasan dan penyusutan ini enam kali lipat yang terjadi pada bongkahan es di Arktik, sehingga Antartika jauh lebih berpengaruh terhadap cuaca global.

Yatna Supriyatna

Selama ada keyakinan, semua akan menjadi mungkin


Tulis Komentar