Kenangan Tentangmu

ZetSet.Net – Setiap kali gerimis turun membasahi bumi, aku selalu teringat dia. Dia adalah cowok pertama yang mampu mengusik hatiku. Cowok yang selalu bisa membuat aku tertawa . Tapi juga yang kemudian membuatku terluka setiap kali mengingatnya. Tak terasa air mataku meleleh, jatuh perlahan membasahi pipi.

“Kamu tau nggak bedanya zebra jantan dan zebra betina?” Tanya Rendra suatu hari. Aku ingat sekali, waktu itu kamu baru pulang sekolah dan sedang sama-sama menunggu angkot. Kamu satu sekolah saat SMA.

“Nggak tahu. Aku kan bukan pecinta binatang,” jawabku asal-asalan.

“Yee.. gimana sih. Belum apa-apa kok udah nyerah? Sahut Rendra. “Nih, aku kasih tau ya.. Kalau zebra jantan garis-garis di badannya waran item, kalau zebra betina garis-garisnya putih,” cetusnya.

“Tuh kan.. aku udah nebak pasti jawabannya gak mutu. Nggak penting !” ujarku. Tapi diam-diam aku tersenyum, sedangkan Rendra tertawa dengan mimik wajah minta ditimpuk.

Baca Juga : Kisah Cinta – Cinta Sesaatku

Kami pernah melewati hari-hari indah bersama. Nonton film di bioskop, makan bakso di warung langganan, menyusuri jalan-jalan di sepanjang sisi kota, atau sekedar duduk berdua di teras rumahku sambil berbagi cerita tentang apa saja. Kebersamaan itu diam-diam menyelipkan nuansa yang berbeda dia didalam hatiku. Rendra memang tak pernah bicara cinta, tapi sikap dan perhatiannya cukup untuk menunjukkan perasaannya.

“Kamu suka bunga?” Tanya Rendra suatu ketika.

“Suka dong,” sahutku. “Memangnya kenapa?”

“Nggak apa-apa, nanya doanh.”

Rendra menjawab pendek. “Hmmm.. kamu paling suka bunga apa sih?” tanyanya lagi.

“Bunga mawar merah, terutama yang kelopaknya belum terlalu merekah.”

Esoknya sore-sore Rendra muncul di depan rumahku dengan setangkai mawar merah segar yang kelopaknya belum merekah sempurna. Tepar seperti yang aku suak!

“Makasih…” ujarku saat Rendra menyerahkan bunga itu padaku.

“Sama-sama. Tadi aku dari rumah tanteku. Kebetulan di halaman rumahnya ada pohon mawar yang baru berbunga. Aku jadi ingat kamu, makanya aku bawakan satu untukmu,” katanya.

Aku tersanjung hatiku melambung tinggi ke awang-awang.

Tapi ternyata semua mimpi yang sudah terlanjur ku bangun setinggi langit hanyalah sebuah impian kosong. Belakangan, saat perasaanku padanya sudah terlanjur teramat dalam, Rendra baru mengungkapkan kalau selama ini ia tak pernah mencintaiku.

Baca Juga : Kisah Cinta – Ingin Ku Hapus Luka Di Hatimu

“Maaf kalau sikapku selama ini membuat kamu berpikir lain. Kamu gadis yang baik dan menyenangkan, tapi selama ini aku hanya menyayangimu sebagai sahabat.” Ujarnya disuatu sore, saat gerimis turun satu per satu.

Sulit bagiku melukiskan perasaanku saat itu. Yang pasti aku merasa luar biasa sedih dan kecewa. Rendra kemudian pergi saat gerimis belum lagi reda. Yang membuatku lebih terluka, setelah sore itu sikapnya padaku  berubah. Perlahan tapi pasti ia menciptakan jarak diantara kami. Dan aku terpuruk pada sebuah penyesalan panjang. Mengapa cinta harus hadir kalau hanya membuat kebersamaan kami berakhir?!,.

Gerimis belum lagi reda. Dan kurasakan luka di hatiku kembali berdarah mengingat Rendra yang kini entah berada dimana.

Onitha Indriani

Kadang rasa takut yang berlebihan yang malah akan mematahkan simpul senyum kita,.


Tulis Komentar