Kecelakaan-Kecelakaan Pesawat Yang Melibatkan Tim Sepakbola

ZetSet.Net – Dunia sepakbola Dunia kembali berduka, Jatuhnya pesawat The British Aerospace 146 yang mengangkut dan membawa skuad club Chapecoense saat bertolak ke Kolombia menambah deretan Kecelakaan Pesawat Yang Melibatkan Tim Sepakbola.

Jatuhnya pesawat The British Aerospace 146 yang mengangkut dan membawa para pemain Chapecoense praktis mengingatkan kita tentang peristiwa serupa yang pernah terjadi, beberapa puluh tahun yang lalu.

Baca Juga: Wow! Manfaat Rokok Bagi Kesehatan Manusia

Peristiwa Torino dan Munich Air Disaster mungkin akan paling diingat oleh fans sepakbola. Tapi tahukah anda, ada total beberapa kecelakaan pesawat lagi yang pernah terjadi dalam dunia sepakbola. Berikut Kecelakaan-Kecelakaan Pesawat Yang Melibatkan Tim Sepakbola yang ZetSet rangkum dari berbagai sumber.

 

Torino (4 Mei 1949)

air disaster

Usai menghadapi Benfica di Lisbon dalam ajang pertandingan persahabatan, Torino, yang pada saat itu berstatus sebagai juara Serie A tengah dalam perjalanan pulang ke Italia.

Kejadian yang terkenal dengan sebutan Superga Air Disaster itu merenggut 31 nyawa, termasuk 18 di antaranya adalah seluruh punggawa Il Toro, yang notabene merupakan punggawa Gli Azzurri ketika itu.

 

Manchester United (6 Februari 1958)

munich air disaster

Salah satu kecelakaan pesawat yang tidak akan dilupakan. Sebelum peristiwa itu terjadi, pesawat yang membawa para pemain beserta staf sempat mendarat di Munich untuk mengisi bahan bakar.

Tak lama setelah lepas landas, pesawat British European Airways 609 terbakar hingga akhirnya menewaskan 23 penumpang, termasuk 8 di antaranya pemain Manchester United, serta tiga staf klub. Duncan Edwards, Bobby Charlton, dan Sir Matt Busby merupakan penumpang yang selamat dari kecelakaan tersebut.

 

Timnas Denmark (16 Juli 1960)

danish football air crash

Sebuah pesawat yang disewa oleh federasi sepakbola Denmark bertolak dari Copenhagen dan mengangkut delapan pemain tim nasional yang akan mengikuti trial terakhir untuk skuat yang akan dibawa ke Olimpiade 1960.

Pesawat yang berangkat dari Herning Airport kemudian mengalami kecelakaan di Oresund, 50 meter dari tepi pantai. Peristiwa ini terjadi setelah pilot pesawat kehilangan kendali akibat buruknya cuaca pada saat itu. Semua punggawa timnas Denmark meninggal dalam kejadian tersebut.

 

The Strongest (26 September 1969)

the strongest distater

Sembilan tahun setelah kecelakaan yang menimpa skuat Denmark, kecelakaan pesawat kembali terjadi. Korbannya kali ini adalah The Strongest, klub yang bermain di kasta tertinggi liga Bolivia.

Kejadian ini terjadi di Viloco, salah satu area yang terletak di antara Tres Cruces. 74 penumpang dan 9 kru pesawat meninggal dunia dalam peristiwa itu, termasuk di antaranya pelatih klub, Eustaquio Ortuno, 16 pemain The Strongest, serta dua staf klub.

 

FC Pakhtakor (11 Agustus 1979)

fc pakhtakor airplane distater

Petaka diatas langit Ukraina yang terjadi pada 11 Agustus 1979 yaitu terjadi tabrakan pesawat di atas wilayah Dniprodzerzhynsk, dekat Donetsk, Ukraina dengan jenis pesawat yang sama (Tupolev TU-134s) milik maskapai penerbangan Uni Soviet, Aeroflot.

Salah satu pesawat tersebut ditumpangi rombongan FC Pakhtakor Tashkent saat dalam perjalanan menuju ke ibu kota Belarusia, Minsk untuk melakoni laga lanjutan Soviet Top League melawan Dinamo Minsk. Dalam tragedi itu, semua yang ada di kedua pesawat meninggal dunia, total ada 178 orang.

 

Alianza Lima (8 Desember 1987)

alianza lima

Pesawat dengan tipe Navy Fokker F27-400 M yang disewa oleh klub Peru, Alianza Lima, jatuh di perairan pasifik, enam mil dari destinasi di mana seharusnya pesawat mendarat. total ada 43 penumpang, terdiri dari pemain, manajer, staf klub Alianza Lima, pemandu sorak, dan kru meninggal dunia setelah mereka kembali dari bertanding melawan Deportivo Pucallpa di Kota Pucallpa.

Pesawat yang ditumpangi klub Alianza Lima jatuh pada 8 Desember 1987 hendak mendarat di Bandara Callao di Lima, ibu kota Peru. Satu-satunya yang selamat adalah pilot pesawat itu sendiri.

 

Colourful 11 (7 Juni 1989)

surinam airways

Surinam Airways 764 yang membawa 187 penumpang, termasuk 14 pemain Colourful 11 mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di Bandara Zanderij, Paramaribo. 176 penumpang meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

 

Timnas Zambia (27 April 1993)

zambia plane crash

Harapan timnas Zambia pupus saat pesawat militer berjenis DHC-5 Buffalo mengalami kecelakaan pada 27 April 1993 yang akan menuju ke Dakar, Senegal, tempat dilangsungkannya partai lanjutan kualifikasi Piala Dunia 1994 zona Afrika antara Zambia dan Senegal.

Pesawat yang ditumpangi timnas Zambia jatuh diperairan Samudera Atlantik. Dari total 30 penumpang dan awak, termasuk 18 pemain, serta pelatih timnas meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

 

Chapecoense (29 November 2016)

pesawat chapecoense

Pesawat bernomor penerbangan LMI2933 yang mengangkut awak Chapecoense mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju Medellin, Kolombia, Selasa 29 November 2016 siang. Mereka lepas landas dari Bolivia untuk melakoni laga final pertama Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional pada Rabu 30 November 2016.

Baca Juga: Tahukah Kamu, Ternyata Benda Disekitarmu Ini Mengandung Emas

Pesawat carteran yang dioperasikan oleh LAMIA Bolivia British Aerospace RJ85 itu mengangkut 81 orang. Sebanyak sembilan di antaranya adalah kru pesawat dan 72 penumpang, yang terdiri atas pemain Chapecoense, staf pelatih, serta para jurnalis.

Sebanyak enam penumpang berhasil diselamatkan, tetapi satu orang meninggal dunia (di rumah sakit). Sangat disayangkan, sisa penumpang lain meninggal. jadi yang selamat hanya 5 orang dan total korban dari kejadian tragis ini 76 orang,” kata Kepala Kepolisian Regional di Cerro Gordo, Jose Gerardo Acevedo, kepada jurnalis seperti dikutip dari Reuters.

Ririn Kaira Dewi

Kesempurnaan adalah hal pertama yang selalu saya pikirkan ketika saya melakukan sebuah pekerjaan.


Tulis Komentar