Katakan “TIDAK” untuk Para PHP

ZetSet.Net – Buat kamu yang sering di abaikan atau bahkan hanya di permainkan perasaannya oleh seseorang yang menurutmu sudah yang paling terbaik, mungkin kamu sering merasa hanya di PHP alias Pemberi Harapan Palsu.
Ya, kadang rencana memang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Rasanya akan sakit sekali apabila orang yang paling kamu sayangi hanya mempermainkan perasaanmu.

Alih-alih menemukan jodoh yang baik, seringnya malah mendapat harapan palsu dari para pelaku pemberi harapan palsu alias PHP. Kejadian seperti itu bisa terjadi berulang-ulang, terutama jika korban tidak menyadari kalau dirinya hanya sedang di-PHP oleh lawan jenisnya.
Lalu bagaimana kita bisa menghindar lebih awal sebelum hubungan tersebut semakin dalam? Intip yuk beberapa cirinya.

 

Kenalan

– Anda dengan bangga mengenalkan dia ke teman-teman, sahabat, dan bahkan keluarga.
– Sedangkan dia, kalau tidak terpaksa, tidak akan mengajak Anda kenal dengan lingkungannya. Kalaupun terdesak, sikapnya acuh tak acuh dan akan berkata dengan sangat jelas bahwa Anda hanya temannya.

Bertemu

– Sama seperti poin di atas, mau bertemu hanya bila ada perlunya. Jangankan diajak ketemuan, harus antar-jemput pun mau kalau ada maunya.
– Tapi jika sedang tidak ada perlunya, selalu ada alasan untuk tidak bertemu Anda.

 

Berkabar

– Kalau ada perlunya, dia akan intens bertanya kabar dan memberi kabar tentang kesehariannya. Di mana, lagi apa, dengan siapa, dan lainnya.
– Kalau tidak ada perlunya, dia akan menghilang dengan seribu alasan. Ketiduran, lowbat, tidak bawa power bank, sibuk kuliah, sibuk meeting, dan lain-lain.

 

SMS atau chatting

– Kalau dia ada perlunya atau ada maunya, dia akan mengirim pesan panjang-panjang, basa-basi, jika perlu menggunakan jurus rayu dan puji.
– Kalau tidak ada perlu, dia tidak hanya tidak mengirim pesan. Kalaupun Anda yang mengirim pesan duluan, dibalasnya lama dan singkat-singkat.

Baca Juga : Inilah Alasan Kenapa Orang Yang Berjodoh Selalu Ada Kemiripan Diwajahnya

 

Serba salah

– Anda sering ditempatkan dalam situasi serba salah, antara lain Anda pernah sampai harus minta maaf berkali-kali, mengiba-iba untuk dimaafkan. Kalaupun dia memaafkan Anda, biasanya bersyarat.
– Kalau dia yang salah dan Anda marah, dia akan makin menghindar. Sampai Anda merasa bersalah, dan ujung-ujungnya Anda juga yang meminta maaf.

 

Ribut tidak jelas

– Anda dan dia sering dihadapkan pada situasi yang membuat ribut atau bertengkar tidak jelas. Anda dibuat merasa bersalah, harus menurut, dan meminta maaf hingga mengiba.

 

Pendapat orang-orang terdekat

– Biasanya orang-orang dekat lebih ‘ngeh’ kalau laki-laki yang sedang dekat dengan kita cuma PHP. Namun sayangnya, kita biasanya tidak percaya dan bahkan membela mati-matian.
– Ketika kita ceritakan tentang kecurigaan orang-orang terdekat tentang dirinya, dia kemungkinan akan marah, emosi, menganggap Anda tidak memercayainya. Kalau bisa, dia akan menyuruh Anda jauh-jauh dari teman-teman atau bahkan keluarga Anda.

 

Menghindari pertanyaan tentang perasaan

– Kapanpun kamu tanya “Kamu sayang aku tidak?” Dia tidak akan menjawab dengan pasti. Paling gampang dia memilih diam. Kalau Anda memaksa, dia akan menjawab dengan jawaban lain (dan biasanya sambil emosi). Misal, “Kalau tidak sayang, untuk apa aku ada di sini sama kamu?” atau “Memang sayang itu harus diucapkan, ya?” atau “Terserah kamu menilainya seperti apa”.

 

Sesuatu tentang “hubungan intim”

– Dia cenderung menyukai tempat-tempat sepi saat menghabiskan waktu bersama Anda. Atau “main” di tempatnya, entah itu kamar di rumahnya, indekos miliknya, apartemen. Bahkan sekadar ke bioskop atau makan di restoran pun malas. Mereka akan lebih memilih layanan delivery atau take away.

– Tujuannya tidak lepas dari melakukan hubungan mesra dengan Anda dengan dalih sayang dan cinta.

 

Menghindari pertanyaan tentang masa depan

– Mau dibawa kemana? Kapan akan mengenalkan aku ke keluarga? Pertanyaan semacam ini saja tidak akan dijawab dengan pasti. Apalagi tentang tunangan atau pernikahan.

– Pelaku PHP cenderung akan menjawab, “Jalani dulu saja”, “Let it flow”, “Aku enggak suka dipaksa”, “Masih mengumpulkan uangnya dulu”, “Masih sibuk banget kerjaan”, dan lain-lain.

Onitha Indriani

Yang begitu tinggi saja tak melangit, tapi mengapa banyak tanah yang merupa angkasa?!,.


Tulis Komentar