Jangan Pernah Lupakan Ayahmu

ZetSet.Net – Kali ini ZetSet.Net Akan memposting tentang Renungan Sedih seorang Ayah, Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa, Benturan dan hempasan terpahat di keningmu, Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras namun kau tetap tabah, Meski nafasmu kadang tersengal memikul beban yang makin sarat kau tetap bertahan. Potongan lirik lagu “Titip rindu Buat Ayah” diatas sungguh menggetarkan sukma.

Bagaiman tidak!, biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang diluar kota ataupun diluar negri, yang sedang sekolah atau kuliah dan karena jauh dari kedua orang tuanya, biasanya akan lebih kangen dengan Ibunya. Lalu bagaimana dengan Ayah?, mungkin karena Ibu sering nelpon untuk menanyakan keadaanmu, Tapi tau kah kamu?!, Jika ternyata Ayah lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu!.

Mungkin dulu sewaktu kamu masih kecil, Ibu lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng!, Tapi tahukah kamu?!, sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah, Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu Dan apa yang kamu lakukan seharian.

Saat dirimu masih seorang anak kecil, Ayah biasanya mengajarkan buah hatinya hal-hal yang baru, salah satunya adalah naik sepeda, ,dan setelah Ayah menganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu, kemudian Ibu berkata: “Jangan dulu pap, jangan dilepas dulu roda bantunya”. Ibu takut kalau anak yang disayanginya jatuh dan terluka. Tapi sadarkah kamu?, bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu si kecilnya pasti bisa.

Saat kamu merengek meminta boneka atau robot-robotan yang baru, Ibu menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas: “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”. Tahukah kamu?, Ayah melakukan itu karena tak mau anak kesayanganya menjadi manja dengan semua tuntutan yang selalu di penuhi.

Saat kamu sakit, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: “Sudah dibilangin!, ,kamu jangan minum air es!”. Berbeda dengan Ibu yang memperhtikan dan menasehatimu dengan lembut. Percayalah, saat itu Ayah benar-benar menghawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu mulai beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersifat tegas dengan mengatakan: “Tidak boleh!”. Sadarkah kamu?, kalau Ayah melakukan itu untuk menjagamu karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga.

Setelah itu kamu marah sama Ayah dan masuk kekamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetuk pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu. Tahukah kamu?, Ayah memejamkan mata dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia harus menjagamu.

Ketika kamu mulai sering menelpon pacar, atau bahkan pacarmu datang kerumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia. Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua diruang tamu, Tahukah kamu kalau hati Ayah Merasa cemburu.

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, dan saat kamu melanggar jam malamnya, yang dilakukan Ayah adalah duduk diruang tamu dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir, dan setelah perasaan khawtir itu brlarut-larut, ketika melihat kamu pulang larut malam Ayah akan mengeras dan memarahimu. Sadarkah kamu?!, bahwa ini terjadi karen hal yang ditakutinya akan segera datang, “Bahwa sikecilnya akan segera pergi meningglkanya”.

Setelah lulus SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang insinyur atau dokter. Ketahuilah bahwa semua paksaan yang dilakukan Ayah itu semata-mata hanya untuk masa depanmu nanti. Tapi toh Ayah akan tetap tersenyum dan mendukungmu ketika pilihanmu tiak Sesuai dengan keinginan Ayah.

Ketika kamu beranjak dewasa, dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, Ayah harus melepasmu dibandara, tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu?, Ayah hanya tersenyum dan memberi nasehat ini-itu. .padhal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. tapi yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata disudut matanya, dan menepuk pundakmu seraya berkata: “Jaga dirimu baik-baik”. Ayah melakukan itu semua agar kamu kuat, kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat km butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan dahi adalah Ayah. Ayah pasti mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengn teman-teman lainya.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar boneka atau robot-robotan, dan Ayah tahu kalau dia tak bisa memberikan yang kamu inginkan, kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah: “Tidak, ,tidak bisa”. .padahal dalam batin Ayah ingin sekali mengatakan: “Iya sayang nanti ayah belikan untkmu”. Tahukah kamu pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum!.

Saat kamu diwisuda sebgai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untkmu, Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas karna si kecilnya tidak manja serta berhasil tumbuh dewasa dan telah menjadi “seseorang”.

Sampai saat belahan jiwamu meminta izin pada ayah untk hidup bersamamu. Ayah akan sangat hati-hati memberikan izin, karna Ayah tahu bahwa lelaki/wanita itulah yang akan menggantikan posisi dan perhatianya nanti

Saat Ayah melihatmu duduk di pelaminan bersama orang yg mengasihimu, Ayah pun akan tersenyum bahagia, apakah kamu mengetahui?, di hari bahagia itu Ayah akan pergi sebentar kebelakang untuk menangis. Ayah menangis karena sangat bahagia, kemudian Ayah berdoa dalam lirih doanya kepda tuhan, “Ya allah tugasku telah selesai dengan baik, Si kecil yang lucu dan ku cintai telah menjadi seseorang yg luar biasa, bahagiakanlah ia brsama pasanganya”.

Setelah itu dia hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang hanya sesekali datang untuk menjenguknya, dengan rambut yang semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, Ayah telah menyelesaikan tugasnya. Ayah, Papa, Bapak, Abi atau Abah kita, Adalah sosok yang harus terlihat kuat untuk tidak menangis,dia harus terlihat tegas pada saat ingin memanjakanmu, dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA!!” dalam segala hal.

Rey Satria

Live simply, Love generously, Care deeply, Speak kindly


Tulis Komentar