Fenomena Alam Di Indonesia Yang Mencengangkan Dunia

ZetSet.Net – Kamu tentunya pernah melihat atau mendapatkan berita dari berbagai penjuru dunia mengenai fonemena alam yang sulit untuk dipercaya oleh nalar manusia. Terkadang juga sangat mencengangkan, namun tidak hanya diluar negeri saja yang memiliki fenomena alam yang unik, di Indonesia juga ada fenomena yang tak kalah mengagumkan. Yuk simak beberapa fenomena alam berikut ini :

Baca Juga : Benda-Benda Ini Sering Kamu Lihat, Tapi Sama Sekali Gak Tahu Fungsinya

 

Gelombang Bono

Fenomena gelombang bono di Sungai Kuala Kampar, Riau, bagi warga setempat maupun masyarakat Sumatera bagian tengah pada umumnya, mungkin sudah tak asing lagi. Lantaran memang, fenomena yang bahkan sudah berhubungan dengan kisah legenda ini, sudah ada sejak lama sekali. Namun bagi khalayak dunia, khususnya dari kalangan peselancar maupun wisatawan pada umumnya, hal ini merupakan sebuah penemuan baru yang mengagumkan.
Gelombang ini diakibatkan pertemuan air sungai dengan air laut. Bono biasanya terjadi pada saat pasang, sehingga air yang berasal dari sungai, tertekan oleh air laut. Ditambah lagi dengan dangkalnya muara mengakibatkan gelombang yang tercipta semakin tinggi.

 

Seruling Samudra

Seruling Laut di pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur adalah air mancur raksasa yang muncul dari celah batu karang. Ketinggian semburan bisa mencapai 10 meter bila ombak datang.
Keluarnya air dari lubang batu karang ini juga disertai dengan suara mirip siulan, sehingga sering disebut sebagai seruling laut.
Lokasi seruling laut berjarak sekitar dua kilometer dari pintu masuk pantai. Pengunjung yang menuju ke lokasi tersebut harus berjalan kaki dengan menapaki pasir putih.
Tak jarang, saat perjalanan tersebut pengunjung bermain di tepi pantai. Selain berfoto ria mereka juga mencari kerang kecil-kecil. Akitivitas itu biasa berlangsung saat air laut surut.

 

Hujan Es

Fenomena alam hujan Es yang jarang terjadi di Indonesia, kini melanda di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Kejadian ini terjadi pada tanggal 23 Agustus 2012 sekitar pukul 15.00 WIB, yang berlangsung sekitar 10 menit. Walaupun hanya sebentar tak ayal membuat heboh masyarakat di sekitar Gunung Dempo, tepatnya di Kelurahan Dempo Makmur, Gunung Gare,Kecamatan Pagaralam Utara. Butiran Es yang turun sebesar kelingking manusia. Turunnya berbarengan dengan hujan yang cukup deras.
Kesaksian Warga yang merasakannya, awalnya hujan yang turun seperti hujan biasa, namun lama kelamaan hujan yang ada terasa sakit jika terkena di kepala dan badan.
Kepala pos pemantau Gunung Api Dempo Selatan melalui stafnya mulyadi mengungkapkan, hujan es yang melanda Kota Pagaralam sore itu merupakan fenomena alam. Sejak ini hujan tersebut tidak berdampak pada aktifitas Gunung Api Dempo, hujan Es cukup jarang terjadi, namun sejauh ini hujan yang ada tidak merusak apapun.

Baca Juga : Lautan Angker Indonesia Yang Memakan Banyak Korban Jiwa

 

Crop Circle

Tak kalah menggemparkan, terjadinya fenomena “Crop Circle” di kota Sleman, Yogyakarta pada bulan Januari 2011. Fenomena ini masih menjadi misteri, namun banyak yang menduga fenomena ini adalah buatan manusia.
Fenomena crop circle atau lingkar taman terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (23/1/11). Menurut warga sekitar, bentuk-bentuk lingkaran di sawah itu tiba-tiba saja dijumpai pada Minggu pagi, padahal malam sebelumnya belum didapati.

 

Api Abadi

Api abadi banyak dijumpai di daerah-daerah di Indonesia, salah satunya yang paling terkenal adalah di daerah Grobogan, Jawa Tengah atau biasa disebut “Api Abadi Mrapen”.
Kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.
Banyak peristiwa besar mengambil api dari kompleks api abadi Mrapen sebagai sumber obornya, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983 dan HAORNAS. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara hari raya Waisak.

 

Bledug Kuwuh

Kuwu adalah sebuah fenomena gunung api lumpur (mud volcanoes) seperti halnya yang terjadi di Porong, Sidoarjo. Terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Obyek yang menarik dari Bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung secara terus-menerus pada daerah dengan diameter ± 650 meter.
Nama Bledug Kuwu berasal dari Bahasa Jawa, “bledug” yang berarti ledakan atau meledak dan “kuwu” yang diserap dari kata “kuwur” yang berarti lari atau berhamburan.

 

Halo Matahari

Fenomena alam yang pernah terjadi adalah fenomena “Halo Matahari” atau disebut juga Cincin Matahari yang pernah terjadi di kota Yogyakarta pada bulan Januari tahun 2011 dan juga di kota San Francisco, Amerika Serikat. Namun sebelumya fenomena ini pernah terjadi di Padang pada tahun 2009 lalu.

Baca Juga : Museum – Museum Mengerikan di Seluruh Dunia, Berani Berkunjung?

 

Salju Abadi

Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua hingga Papua Nugini di Pulau Irian. Sebelum penyatuan Papua Barat ke Indonesia, pegunungan ini dikenal dengan nama Pegunungan Orange. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Berada di ketinggian 4.800 meter, pegunungan Jayawijaya menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.
Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.

 

Pinang Berwajah Manusia

Berlanjut ke fenomena berikutnya yaitu fenomena tumbuhan aneh yang terjadi di Indonesia. Pada tahun 2010 lalu tepatnya di kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara, warga dihebohkan dengan munculnya pohon pinang “Berwajah Manusia”.
Di salah satu bagian pohon tersebut tampak jelas sekali bentuk wajah dan mulut yang mirip dengan manusia. Yang lebih anehnya bahkan konon kabarnya wajah yang terlihat pada pohon ini bisa berubah-ubah setiap hari.

 

Sambaran Petir Terbanyak

Bogor merupakan kota dengan petir terbanyak di dunia. Sambaran petir di Bogor terjadi hingga 332 dalam sehari. Padahal,normalnya hanya 80 kali. Bogor pun tercatat dalam Guinness World Records sebagai kota dengan petir terbanyak di dunia.
Hal ini terjadi karena Bogor berada pada kelembapan udara yang ideal untuk terjadinya petir. Kelembapan udara rata – rata di Bogor mencapai 85%, dengan suhu rata – rata udara maksimum 32,7 derajat Celcius. Suhu udara harian 25,5 derajat Celcius. Hal ini berakibatnya timbulnya awan cumulonimbus. Radiasi matahari yang memanasi permukaan Bumi menimbulkan gerakan massa udara vertikal, memisahkan muatan listrik negatif dan positif di dalam awan cumulonimbus. Akibatnya adalah munculnya petir.

Onitha Indriani

Yang begitu tinggi saja tak melangit, tapi mengapa banyak tanah yang merupa angkasa?!,.


Tulis Komentar