Bumi Bulat Atau Datar? Inilah Bentuk Bumi Versi Agama Dan Logika Manusia

ZetSet.Net – Bentuk bumi, siapa yang tahu, karena secara Ilmiah dan agama bahkan menurut pandangan siapapun, bumi itu berbentuk sangat besar, bahkan saking besarnya sampai saat ini belum ada foto valid yang membuktikan bentuk bumi sesungguhnya. yapz tidak ada foto asli bumi sampai detik ini karena semua foto bumi baik bumi bulat dan datar adalah hasil CGI (Computer Generated Imagery) atau dalam bahasa indonesia disebut gambar hasil rekayasa komputer.

Disini saya akan mencoba netral tidak memihak salahsatunya. sebenarnya baik bentuk bumi itu datar ataupun bulat tidaklah perlu diperdebatkan karena hakekatnya keyakinan dari bentuk bumi itu seperti keyakinan kita kepada sebuah agama, terserah hak masing-masing mau percaya agama mana atau bentuk bumi yang mana, Seperti sebuah agama, baik bentuk bumi bulat ataupun datar semuanya punya alasan yang kuat untuk dipercayai, walaupn kita tidak pernah tahu yang mana yang paling benar, bulat atau datar, hindu atau budha, kristen atau islam.

Sejak kecil kita telah diajarkan bahwa bumi itu berbentuk bola, bulat atau globe. Bumi berbentuk bola sudah menjadi suatu kepercayaan dan pendidikan diseluruh dunia melebihi apappun. Lalu apa yang ada di benak anda jika ada orang yang bilang bahwa bumi itu berbentuk datar?, Anda pasti akan mengatakan bahwa orang itu “GILA, BODOH, NGAWUR, NGLANTUR” dsb, betul kan?. seharusnya jangan seperti itu.

Seperti yang saya katakan diatas keyakinan bentuk bumi seperti keyakinan kepada sebuah agama. sejak kecil kita diajarkan agama tertentu oleh orang tua kita, dan jika kita yakin akan agama itu ya sampai mati kita akan memeluk agama itu. kecuali ada hal-hal tertentu yang mengubah keyakinan kita. seperti bentuk bumi, kalau sudah yakin dengan bentuk bulat yasudah, tidak perlu diperdebatkan dan jangan musuhi mereka yang yakin bentuk bumi datar, karena hakekatnya kita semua sama-sama belum pernah melihat bentuk bumi yang sesungguhnya.

Mungkin kebanyakan orang mengatakan kita sudah punya NASA dengan berbagai kecanggihanya mengelilingi luar angkasa, untuk apa NASA Bohong tentang bentuk bumi?, apa keuntungan mereka mengklaim bentuk bumi bulat? lalu apa keuntungan bagi mereka yang melawan sains modern dengan mempercayai bahwa bentuk bumi itu datar?. lalu apa pengaruhnya bagi kita jika mengetahui bentuk bumi yang sesungguhnya?. Tentu ada nanti kita akan bahas di artikel selanjutnya.

abu nawas

Sebelum membahas bentuk bumi, saya tertarik membahas sebuah cerita dari kisah Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami, yang biasa dikenal sebagai Abu Nawas, Abū-awās atau Abū-Nuwās (Bahasa Arab:ابونواس), adalah seorang pujangga Arab. Dia dilahirkan di kota Ahvaz di negeri Persia. yang tentu saja ada kaitannya dengan perselisihan bentuk bumi yang kini sedang ramai di perbincangkan, cerita yang cukup lucu tapi bijak. Ceritanya kira-kira begini :

Suatu hari, Abu Nawas bertanya tentang ukuran bintang kepada 3 orang yang berbeda,

  • Orang pertama adalah seorang anak kecil, sang Abu nawa bertanya kepadanya, “wahai anak manis, menurut kamu bintang itu besar atau kecil? “ Lalu tanpa pikir panjang si anak tersebut menjawab, “Menurut saya bintang itu berukuran kecil, Lihat saja di langit, ia bahkan terlihat sangat kecil, bahkan hanya cahaya nya saja yang terlihat dari sini”.
  • Tidak puas dengan jawaban anak kecil tadi, Lalu Abu Nawas bertanya kepada orang lain yang lebih dewasa, Iapun bertanya kepada cendekiawan yang berlilmu, “wahai anak muda, menurutmu, bagaimana ukuran bintang, besar atau kecil?” Sang anak muda pun menjawab, Berdasarkan ilmu pengetahuan yang saya peroleh dari Bangku Sekolah, menurut saya bintang itu berukuran besar, hanya saja ia sangat jauh sehingga terlihat kecil.
  • Tidak sampai di situ Abu Nawas ternyata belum puas dengan jawaban ke dua orang tadi. Kali ini Abu Nawas bertanya kepada seorang pemuka agama. Wahai Ayahanda, menurut Anda bagaimana ukuran bintang di langit, besar atau kecil. Dengan santai dan lemah lembut Pemuka Agama pun menjawab pertanyaan Abu Nawas. Menurut saya, Bintang itu kecil. Iya, bahkan sangat kecil di bandingkan dengan kekuasaan Allah SWT. Allah Maha Besar, semua pun tunduk padaNya. Tidak ada sesuatupun yang lebih besar daripada Nya. Jadi kesimpulannya bintang itu kecil.

Mashya Allah, jawaban terakhir ini membuat kita takjub, kita seringkali mementingkan ilmu yang kita dapat dari bangku sekolah, kita seringkali lebih percaya omongan para ilmuwan yang belum tentu kebenarannya dari pada membaca kitab suci petunjuk yang sebenar nya. Lalu pertanyaanya ada apa sebenarnya?? Apakah kita yang telalu jarang membaca Petunjuk yang datangnya dari Tuhan, ataukah memang selama ini dunia tengah mengarahkan kita untuk melupakan Tuhan..??
Abu Nawas melanjutkan ceritanya, bahwa manusia memiliki 3 sudut pandang dalam menilai ukuran bintang.

Baca Juga: Fenomena Unik Pada Otak Manusia

Yang pertama manusia yang memandang dari apa yang ia lihat, seperti anak kecil tadi, manusia tidak jarang menilai sesuatu dari yang mereka lihat, padahal apa yang mereka lihat belum tentu menggambarkan keadaan Aslinya. Bahkan ada peribahasa yang mengatakan ”Janganlah menilai buku dari sampulnya”.

Yang kedua, menurut Abu nawas, Tidak juga sedikit manusia yang menilai sesuatu dari apa yang ia Tahu, padahal, apa yang ia tahu belum tentu mewujudkan keadaan yang sebenarnya, ini juga sering terjadi ketika orang menilai orang lain, banyak orang yang menilai orang lain, hanya dari apa yang ia tahu, atau bahkan yang hanya ia tahu dari berita di media, tanpa tahu sifat dan kejadian yang sebenarnya, Jika sudah salah menilai orang sangat sering kita kecewa dan menyalahkan orang lain. Hal ini membuktikan bahwa kita kurang berhati-hati dalam menilai orang.

Dan yang ketiga menurut Abu Nawas, ada juga Orang yang menilai sesuatu bukan dari apa yang ia lihat atau dari apa yang ia tahu, melainkan dari Hati nya. Orang yang hatinya bersih dan tidak sombong tentu lebih berhati hati dalam menilai, ia lebih mudah percaya dengan kebenaran yang sebenarnya, Jika ia salah ia sadar bahwa Ia salah, jika Ia benar ia pasrahkan bahwa kebenaran hanya milik Tuhannya.

Meskipun dalam hal ini ia juga tetap menggunakan Akalnya untuk berfikir untuk mencari kebenaran. Berbeda dengan orang yang sombong, meskipun sudah di jelaskan tentang kebenaran Ia tetap mempertahankan pendapatnya hanya karena Ia ingin di nilai sebagai pemenang, bahkan seringkali Akal nya di butakan dengan keangkuhan dan egonya semata.

 

Bentuk Bumi di Lihat dari Sudut Pandang Agama

bentuk bumi datar atau bulat

Baik berlanjut mengenai bentuk bumi secara ilmiah, menggunakan logika sederhana kita, dan menurut Kitab Suci Agama Besar di Dunia, yaitu dari Al Quran (Islam) dan Injil (Kristen) Agar nantinya tidak di lanjutkan dengan perdebatan Agama.

Dalam hal ini saya tidak bermaksud mengarahkan Anda untuk mempercayai teori Flat Earth, dan juga tidak membenarkan Teori Globe Earth, saya hanya memberikan gambaran untuk dan mengajak Anda untuk berfikir bersama, memecahkan masalah bersama, Jadi apapun yang janggal dari keduanya, mari kita tentukan mana yang lebih pas.

Masalah Agama adalah masalah yang Sensitif, sedangkan saya bukan orang yang Ahli dalam Agama maka dari itu saya akan mengambil dalil yang sederhana, karena ada salah satu ayat dalam Al Quran yang tafsirnya masih diperdebatan antara bentuk bumi seperti telur burung unta dan cara allah menyiapkan bumi seperti burung unta meletakan telurnya.

Tapi yang pasti para ulama dengan bahasa sehari-hari arab asli tetap percaya bumi itu datar dan tafsir telur burung unta itu salah yang mereka yakini adalah cara allah menyiapkan bumi seperti burung unta meletakan telurnya sangat hati-hati dan penuh ketelitian (banyak videonya di youtube), tapi ada ulama luar arab seperti Dr. Zakir Naik yang mentafsir bumi seperti telur burung unta (ada videonya di youtube). nanti hal ini akan kita kaji di artikel mendatang.

Untuk itu kita pakai ayat sederhana yang makna nya bisa dengan mudah kita pahami, yang bisa langsung kita terapkan dalam daftar pengamatan kita tentang teori Flat Earth dan Globe Earth.

 

Alquran (Islam)

Ada satu ayat yang ketika kita membaca maknanya tentu akan membuat kita kaget, karena akan sangat berbeda dengan teori globe earth yang selama ini kita pelajari di bangku sekolah. Ini berkaitan dengan pusat Alam Semesta, yaitu.

 

Matahari Pusat Tata Surya.. Benarkah..??

Di dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di bangku sekolah, mengatakan bahwa Matahari adalah pusat tata surya, Dan tentu saja Matahari ini Diam di kelilingi oleh planet2-planet sekitarnya termasuk bumi. Matahari memiliki ukuran yang paling besar, dan bahkan jutaan kali lebih besar dari bumi.

Sampai di sini sebenarnya hal ini saya agak bingung, bagaimana manusia bisa mengukur ukuran Matahari yang jaranknya sangat jauh. sedangkan Bentuk Bumi saja tempat kita berpijak masih menjadi bahan perdebatan, apalagi jika membahas berapa ukuran bumi, tentu kita akan bingung, dari mana kita bisa mendapatkan hitung-hitungannya??

Namun jika dalam segi Agama maka jangan kaget kalau ternyata Deskripsinya berbeda yaitu kita lihat di Surat Yasin yang tentu saja semua orang sering membaca Surah ini, dan Surah Al Anbiya.

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Yasin:38)

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
(QS. Al Anbiya:33)

Di dalam Surah ini, bisa kita pahami bahwa ternyata, Matahari beredar, dan memiliki garis edar, dan bahkan di dalam Surah Al Anbiya di jelaskan Matahari mempunyai kesamaan dengan bulan, yaitu beredar di dalam garis edarnya.

 

Bumi Itu Datar.. Benarkah..??

Jelas sekali orang yang mengatakan bumi datar adalah salah besar, kita semua tahu bumi itu tidak datar, terbukti jika di daerah A banjir terkadang di Derah B gak banjir dan sebaliknya, ada sungai yang airnya mengalir dari titik tertinggi menuju titik terendah yaitu laut, ada pegunungan, ada danau ada bukit, sangat salah jika di bilang bumi itu datar atau rata, dan hal ini tidak usah di perdebatkan karena sudah sangat jelas dan nyata.

Lalu apa kata Al Quran?

Dialah (Allah) yang telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan (firasy) bagimu.”
(QS.Al-Baqarah: 22)

“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata…”
(QS. Qaf :7),

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,”
(QS.An Naba : 6)

Jadi kita bisa simpulkan Menurut Al Quran, Bumi itu bukan berbentuk Bulat atau Datar, Yaitu Berbentuk Sebuah Hamparan yang tentu sangat luas.

Jadi setelah kita amati teori manakah yang lebih masuk akal dan sesuai dengan Kitab Suci Alquran??

 

Injil (Kristen)

Tidak hanya Al Quran, ternyata Injil pun memberikan gambaran tentang pandangan bumi, Lalu bagaimana menurut Alkitab tersebut..??

Ketika aku sedang tidur, kulihat sebuah pohon yang tumbuh di tengah-tengah bumi. Pohon itu sangat tinggi; batangnya besar dan kuat. Puncaknya sampai ke langit, sehingga dapat dilihat oleh semua orang di bumi. (Daniel 4:10-11)

Dan Iblis membawanya ke puncak gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadanya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. (Matius 4:8)

Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. (Lukas 4:5)

Menurut penjelasan DR. Zakir Naik yang mengatakan bentuk bumi seperti telur burung unta, bahwa ketika Yesus di bawa ke tempat yang tinggi, lalu dapat melihat seluruh penjuru bumi (ada videonya di youtube), Itu Artinya jika bumi berbentuk seperti bola, maka tidak masuk akal jika Seluruh penjuru dunia bisa terlihat, Namun jika Bumi berbentuk Hamparan yang luas, maka hal itu lagi-lagi sangat masuk akal, seluruh penjuru dunia bisa terlihat dari tempat yang tertinggi di bumi.

 

Bentuk Bumi Menurut Logika Manusia Sederhana

bumi datar

Saya seringkali tersenyum melihat perdebatan yang membahas tentang teori bentuk bumi ini, banyak yang membahas tentang planet, tentang satelit, seolah olah mereka membahas sesuatu yang sulit yang mereka belum tentu menguasai ilmu tentang masalah tersebut.

Lalu kenapa kita tidak membahas sesuatu yang sederhana saja yang menurut logika kita sampai dan bisa kita buktikan kebenarannya, contohnya seperti ini.

Teori yang kita yakini dan masuk dalam logika manusia kita adalah

 

Air mengalir dari titik tertinggi menuju titik terendah.

Jika bumi itu berbentuk datar, maka teori ini sesuai, karena seperti kita tahu air di belahan bumi ini sangat tenang, jika tidak terkena angin atau benda yang bergerak, Kita lihat di danau, kita lihat di kolam, begitu tenang, menunjukan bahwa tempat kita berdiam ini juga tenang,

Jika bumi bulat, dan berputar sangat cepat, (Berotasi) maka jelas air laut akan tumpeh – tumpeh dan tidak bisa kita bayangkan, bagaimana bumi ini akan hancur, jika kita tidak percaya buktikanlah,

Siapkan sepeda motor, standar tengah agar lebih stabil, lepaskan ban di roda belakang, lalu nyalakan mesin, gas motor hinga kecepatan tinggi, maka roda akan berputar sangat cepat, jika ban sudah di ambil, kita akan tahu velg memiliki cekungan, silahkan isi air,dan lihat apa yang terjadi ..?? air akan muncrat kemana-mana kan? Sangat berbeda dengan keadaan bumi dan air laut yang tenang. (Kecuali jika terjadi gempa / Tsunami).

Hal ini jelas sekali jika terori bumi bulat dan berputar itu tidak sesuai dengan logika kita sebagai manusia. Laah, tapi kan bumi ciptaan Tuhan!!. Tepat sekali menurut agama sayapun bumi itu ciptaan tuhan tapi masalahnya teori bumi bulat maupun datar adalah ciptaan manusia.

Karena teori bumi bulat dan berputar adalah ciptaan manusia, bagaimana mungkin mereka membuat sebuah teori jika akal dan logikanya belum sampai ke tahap ini. Jika Anda lebih percaya dengan Petunjuk Tuhan, baca kitab dan perhatiakan. Adakah teori tentang bumi bulat dan berotasi?? Jika ada maka selamat Anda benar.

 

Air mengalir dari titik tertinggi menuju titik terendah.

Jika Anda masih ingat pelajaran waktu duduk di bangku SMP tentu masih ingat donk..?? penjelasan ini?? Jika lupa silahkan buka kembali apa itu definisi angin, Angin adalah udara yang bergerak.

Jika bumi diam dan datar ini sangat masuk dengan akal dan logika kita, karena bumi itu tidak selalu ada angin, ada pun hanya sesaat, dan itu kecil, (Kecuali Badai, Topan, Dan Bencana Angin Lainnnya). ingat angin beda sama udara.

Namun jika bumi Bulat dan berputar kencang (Berotasi), Bagaimana teori tentang terjadinya angin? Atau seharusnya dunia ini tidak ada gedung yang berdiri kokoh, karena tentu akan hancur terkena angin yang Sangat Dahsyat yang di hasilkan dari Rotasi bumi ini. Lagi-lagi teori in tidak masuk di akal dan logika kita.

 

Lalu Jika Bumi Datar, Bagaimanakah Terjadinya Gerhana Matahari dan Bulan..??

Bagi para Flat Earth Jangan senang dulu, pecahkan masalah ini, Bagaimana terjadinya gerhana Matahari jika Matahari mengelilingi bumi?? Hal ini yang menurut saya masih misteri, dan memang tidak sampai kepada logika kita manusia, Lalu apa yang sebenarnya terjadi..??

Oke, cara menghitung gerhana memang tidak menggunakan teknologi canggih seperti teropong dan lainnya melainkan menggunakan SIKLUS SAROS dan NASA-pun mengakuinya. Dalam website itu NASA mengatakan dapat menghitung gerhana dengan menggunakan SIKLUS SAROS (saros cycle). Siklus saros adalah metode perhitungan yang dibuat oleh kaum Babylonia kuno (iraq) ribuan tahun yang lalu.

Mereka menganalisa bahwa gerhana adalah fenomena rutin sama seperti terjadinya siang dan malam. Mereka menghitung gerhana dari waktu ke waktu sehingga dibuatlah siklus saros itu. Menurut hitungannya, gerhana bulan dan gerhana matahari terjadi setiap 18 tahun 11 hari 8 jam, dan ini adalah fakta. Mereka menggunakan dasar teori geosentrik untuk bisa menghasilkan hitungan akurat itu.

Tapi masalahnya benda apa yang menutupi bulan ketika gerhana?. itu yang masih jadi misteri dan PR Buat para flat earth.

Anda tentu juga masih ingat Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang membahas tentang teori evolusi?? Lalu apa tujuan bab tersebut di ajarkan di negara atau bahkan dunia ini. Teori Evolusi jelas2 salah, adapun hanya ukuran badannya saja yang berubah, dahulu konon katanya manusia itu bak raksasa. jadi gk ada yang namanya evolusi karena Manusia memang di ciptakan dari dulu, Allah mencipatakan mahluknya beraneka ragam, Jika benar ada teori evolusi pun kita tentu hari ini sudah di jaman seperti film doraemon, kucing berbentuk manusia, burung berbentuk manusia karena mereka saling berevolusi dan mereka bisa saling berbicara bahkan bertempur dengan Alien.

Sungguh Miris sekali bukan, kalau di jaman modern dan berpendidikan ini kita masih mudah percaya dengan sesuatu yang jelas sekali tidak masuk akal atau logika kita. Atau jangan2 Anda masih percaya ada orang yang nyata bisa menggandakan uang?? Wow.. teori apa lagi itu, hehe,, Tapi saya lebih suka cara Demian ketika menggandakan uang, yeah, lebih menghibur gtu, hehe hmm kalau itu nyata gak yaa,, hehe.

 

Alien Bukan Dari Luar Angkasa

Nah yang ini akan kita bahas di next artikel karena sangat membuat saya tertarik, anda mungkin pernah mendengar kalau alien itu datangnya bukan dari luar angkasa melainkan masih dari bumi. namun bumi yang mana? ada juga yang mengatakan dari dalam tanah.

Keberadaannya pun masih dipertanyakan, tapi sudah banyak argumen mengenai asal Alien. tapi justru disanalah letak misterinya. kuncinya ada di kutub selatan. (BACA: Menguak Misteri Kutub Selatan).

Dan menariknya ada peta Bumi datar yang ditemukan di jepang, menunjukan kalau bumi itu teramat sangat luas. lihat peta bumi datar dibawah:

peta bumi datar

Ternyata selain 7 benua yang kita ketahui, masih ada puluhan benua diluar sana, woow! anda tertarik untuk membahasnya? nanti akan kita bahas di artikel berikutnya. yang pasti jangan jadikan bentuk bumi sebagai perdebatan tapi jadikanlah sebagai pengetahuan A.K.A Cukup tahu aja.

Oya waktu kecil kita diajarkan disekolah kalau benua itu ada 5: Asia, Afrika, Eropa, Australia dan Amerika. tapi kenapa saya menyebut 7:

Menurut Tafsir, Benua adalah tanah dataran yang sangat luas. jika merujuk kesana maka di dunia ada 7 benua, yaitu :

– Benua Afrika
– Benua Amerika selatan
– Benua Amerika Utara
– Benua Antartika
– Benua Asia
– Benua Eropa
– Benua Oceania/ Australia

tapi masih jadi perdebatan karena beberapa menyebut ada 5 benua di dunia, karena biasanya benua Amerika Selatan dan benua Amerika Utara digabung jadi satu, juga Antartika biasanya tak disebutkan karena tak berpenghuni, tapi ada juga yang tidak memasukan Eropa sebagai benua karena ukurannya tidak memenuhi syarat. OMG Benua yang ada dibumi saja masih diperdebatkan, gimana mau mendakwa bentuk bumi yang sesungguhnya.

Kesimpulan kali ini adalah kita tidak perlu berdebat tentang sesuatu yang jauh yang tidak bisa kita amati atau pikir dengan logika kita sebagai manusia, benua dan hal lain yang ada didunia saja belum terpecahkan. tak perlu berdebat tentang Planet namex, berdebat tentang Satelit, karena kita mungkin belum sampai, Agama bukannya tidak menyuruh kita berfikir, justru Agama Menyuruh kita untuk lebih kritis dan berfikir, Bahkan Surat pertama yang di Turunkan Kepada Nabi Muhamad adalah Iqro, Artinya bacalah, yang berarti kita di suruh banyak-banyak membaca, banyak-banyak belajar dan banyak mencari tahu sendiri Ilmu pengetahuan, bukan mendewakan orang lain yang belum tentu akan kebenarannya. Terimakasih.

Kuncoro Ariwibowo

Jadilah kamu seperti casing. Kamu bisa menutupi aib keluarga serta para sahabatmu dan memperindah mereka dimata dunia


Tulis Komentar