Berbagai Jenis Rumput Lapangan Sepakbola

ZetSet.Net – Bisa disebut saya adalah salah satu dari sekian juta orang yang gila sepakbola di dunia ini, baik dalam hal bermain atau menonton sepakbola. dan salah satu hal yang paling mendukung enak tidaknya bermain sepakbola atau hanya sekedar menontonnya saja adalah kondisi lapangan pertandingan.

Nah faktor utama baik atau tidaknya sebuah lapangan hijau tentu saja rumput yang digunakan, semakin berkualitas rumput, maka semakin baik juga kualitas lapangannya, mungkin artikel ini bisa memberi sedikit pengetahuan tentang Berbagai Jenis Rumput Lapangan Sepakbola.

Rumput adalah tanaman monokotil dalam famili Poaceae (Graminae). Bagian tubuh rumput terdiri atas batang, daun dan organ reproduktif, serta bagian bawah yang berupa akar. Daun rumput terbagi menjadi dua yaitu Blade dan Sheath.

Baca Juga: Ini Dia Profil 4 Stadion Untuk Semifinal AFF 2016

Kedua bagian itu terhubung oleh sebuah jaringan meristem atau jaringan yang menjadi awal dari pertumbuhan sehelai rumput. Rumput memiliki jaringan meristem bawah yg membuat rumput akan tumbuh kembali meski terpotong atau terinjak.

Secara bentuk arsitektural, rumput alami memiliki enam jenis. Namun hanya ada 3 jenis rumput yang cocok untuk dipakai dalam lapangan sepakbola. Ketiga jenis rumput tersebut yaitu :

1.Zoysia matrella (ZM)
2.Cynodon dactylon (CD)
3.Axonopus compressus (AC)

Tiga jenis rumput ini memiliki kualitas fungsional untuk menjadi rumput lapangan sepakbola seperti kerapatan, elastisitas, mampu menahan beban, mampu memulihkan diri, dan akar yang kuat, namun di zaman modern seperti sekarang ini, ada satu lagi tambahan rumput yang banyak dipakai oleh tim-tim elite di dunia khususnya di eropa, yaitu rumput sintetis atau rumput buatan.

Berikut ZetSet.Net akan memperkenalkan dan menjabarkan kekurangan serta kelebihan jenis-jenis rumput tersebut satu per satu.

 

Zoysia Matrella (ZM)

zoysia martella

Rumput jenis Zoysia Matrella (ZM), biasa disebut rumput manila. Rumput ini merupakan jenis rumput yang paling baik untuk digunakan sebagai rumput lapangan sepakbola. Rumput jenis ini memiliki warna hijau yang paling pekat diantara dua jenis lainnya. Tingkat elistisitas (berhubungan dengan bola bergelinding) juga sangat baik. Tekstur rumput dengan daun yang runcing dan rigiditas yang rapat memastikan bahwa rumput aman terkena studs stau pul sepatu.

Kekuatan akar rumput ini juga sangat baik. Namun, agar tetap dalam kualitas yang baik, rumput ZM membutuhkan pengelolaan tingkat tinggi. Perawatan yang dilakukan kepada lapangan yang menggunakan rumput ini akan lebih sulit dan membutuhkan biaya mahal. Selain itu harga rumput ini pun lebih mahal. Harga di pasaran saat ini di kisaran Rp 80-100 ribu per meter persegi.

Rumput tipe ini biasa di gunakan di stadion di Asia yang beriklim tropis, stadion di indonesia yang menggunakan rumput ini antara lain Maguwoharjo, GBK dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

 

Cynodon dactylon (CD)

cynodon dactylon

Rumput jenis Cynodon dactylon (CD), biasa disebut rumput bermuda. Kualitasnya hampir sama dengan ZM, namun kekuatan akar rumput CD tidak sekuat rumput ZM. Akar rumput CD akan mudah terkelupas ketika terinjak-injak pemain. Karena itulah rumput ini lebih banyak digunakan pada lapangan golf.

Dari segi warna, Rumput CD tidak memiliki warna hijau sepekat ZM. Namun masuk cukup terlihat hijau ketika terhampar di lapangan luas. Perawatan yang dibutuhkan untuk rumput ini juga cukup tinggi, meski tidak semahal ZM. Harga di pasaran pun sedikit lebih murah dari ZM, kurang lebih rumput ini bisa kita temukan dengan harga sekitar Rp 70-100 ribu per meter persegi.

Rumput tipe ini biasa di gunakan di stadion-stadion eropa, asia timur, amerika utara dan negara yang bersuhu dingin lainnya, jika kalian pernah menonton pertandingan liga eropa, tentu kalian sudah akrab dengan rumput yang terkelupas karena pul sepatu kemudian dengan spontan pemain yang menyebabkan rumput terkelupas itu akan memperbaiki atau menyimpan rumput itu ketempat semula.

 

Axonopus compressus (AC)

axonopus compressus

Rumput jenis Axonopus compressus, atau sering juga disebut dengan rumput gajah. Rumput ini sering ditemukan di taman atau alun-alun. Rumput ini memiliki perakaran yang baik. Namun bentuk daunnya lebih lebar jika dibandingkan dengan dua jenis sebelumnya. Hal ini akan menyebabkan rumput menjadi lebih mudah rusak karena terkena pul sepatu.

Warna rumput ini memiliki tingkat kehijauan yang baik. Namun jika perawatan yang dilakukan buruk, warna rumput ini bisa berubah menjadi pucat dan kekuningan. Bentuk daun yang lebar juga menyebabkan elastisitas rumput ini kurang baik. Artinya, pergerakan bola di atas lapangan ini akan tidak sebaik di atas dua jenis rumput sebelumnya.

Harga rumput ini cenderung lebih murah dari yang lain. Kurang lebih rumput ini biasa dijual dengan harga Rp 35-50 ribu per meter persegi. Biaya pengelolaan rumput ini pun tidak terlalu mahal. Karena itulah, sebagian besar lapangan sepakbola di Indonesia menggunakan rumput jenis ini.

 

Synthetic Grass (Artificial Turf)

rumput sintesis

Seiring dengan perkembangan teknologi, lapangan sepakbola kini pun sudah bisa menggunakan Synthetic Grass (Artificial Turf) atau di indonesia dikenal dengan rumput sintetis atau rumput buatan. Satu keuntungan yang paling besar dari rumput sintetis adalah perawatannya yang lebih mudah dan murah.

Meski begitu, penggunaan rumput sintetis untuk lapangan sepakbola profesional masih mengundang kontroversi. Soalnya, beberapa pihak menganggap bahwa bermain di rumput sintetis memiliki risiko cedera yang lebih tinggi ketimbang rumput alami. Selain itu, rumput sintetis yang lebih keras dan kasar akan membuat pemain mudah terluka ketika terjatuh
Meski begitu, apapun rumputnya sepakbola tetaplah sepakbola.

Harga rumput sintesis sangat bervariasi tergantung pada kualitasnya, Permainan terindah tidak akan pernah kehilangan keindahannya meski dimainkan di atas rumput paling buruk sekalipun. Bahkan jika dimainkan di atas lapangan tanah yang gundul sepakbola tidak akan pernah hilang keindahannya.

 

Hybrid Grass

hybrid grass

Selain rumput jenis AC, Hybrid Grass atau rumput hybrid juga banyak dipakai stadion di eropa khususnya di inggris. Rumput hybrid nomor satu di dunia adalah Desso GrassMaster, Rumput hybrid adalah campuran rumput sintesis dan rumput alami.

Rumput hybrid tidak sepenuhnya merupakan rumput buatan. Komposisinya terdiri dari rumput fiber yang disuntik 20 cm ke bawah permukaan tanah dan menutup sekitar 3% permukaan. Itu artinya rumput asli tetap akan tumbuh, sementara akarnya akan menyatu dengan serat fiber rumput buatan.

Pembuatnya mengklaim rumput hybrid ini membuat permukaan lapangan jadi lebih solid dan ‘enak’ dimainkan sekaligus memiliki drainase yang baik. sama seperti rumput alami, hybrid grass juga perlu dipotong dalam perawatannya karena terdapat rumput alami disana.

Meski begitu, apapun rumputnya sepakbola tetaplah sepakbola. Permainan terindah tidak akan pernah kehilangan keindahannya meski dimainkan di atas rumput paling buruk sekalipun. Bahkan jika dimainkan di atas lapangan tanah yang gundul sepakbola tidak akan pernah hilang keindahannya.

Yatna Supriyatna

Selama ada keyakinan, semua akan menjadi mungkin


Tulis Komentar