Akulah Pembunuh Itu

ZetSet.Net – Aku terduduk di sini, di atas tanah yang berwarna merah dan ku cium bau bunga setaman yang segar. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutku yang kering ini. Mataku menatap hampa menerobos gundukan tanah di hadapanku. Di dalam sana terbaring tubuh kaku dan dingin. Tubuh itu masih sempat memelukku kemarin sore. Sesuatu yang tidak ku sangka, dia pergi secepat ini. Baru 3 bulan kami jadian dan aku harus kehilangan dia yang sangat aku cintai. Dimas, dia sangat mencintaiku. Begitu perhatian dan rela melakukan apapun untukku. Tapi kini dia sudah pergi. Sekarang aky sendiri tanpa Dimas lagi.

Baca Juga : Kisahku – Kenangan Tentangmu

Semua gara-gara Rudi! Dan bayangan kejadian itu muncul lagi. Malam itu Dimas mengantarku pulang. Kami berdua terkejut, karena tiba-tiba Rudi telah berada di apartementku. Rudi adalah mantan pacarku. Aku memutuskan berpisah karena Rudi seseorang yang posesive. Cintanya padaku terlalu berlebihan hingga membuatku tersiksa. Dia selalu mendesakku untuk menerimanya lagi. Menurutku dia gila, karena aku selalu berusaha menghindarinya dan mengatakan bahwa aku telah memiliki pacar, tapi dia tak peduli. Malam itu Rudi emosi melihatku bersama Dimas. Dia menyerang Dimas habis-habisan. Rudi yang postur tubuhnya lebih besar, membuatnya dengan mudah menjatuhkan Dimas. Aku tak bisa berbuat apa-apa, sampai aku melihat wajah Dimas berlumur darah akibat vas Kristal yang menghantam kepalanya.

Baca Juga : Kisahku– Ingin Ku Hapus Luka Di Hatimu

 

Kenyataan Yang Terjadi…

Dimas jatuh tersungkur dan tak bergerak lagi. Dimas pergi! Menyaksikan semua itu seakan nafasku berhenti. Yang lebih menyakitkan adalah kenyataan yang harus aku terima bahwa orang yang telah membunuh Dimas ternyata adalah aku sendiri! Ya, aku yang membunuhnya! Tapi tentu saja itu tidak sengaja. Aku tidak mungkin membunuh orang yang sangat aku cintai bukan? Awalnya aku hanya ingin membantu Dimas. Tapi rupanya aku harus belajar lagi bagaimana cara memfokuskan serangan agar tepat sasaran, karena pada kenyataannya aku salah sasaran. Harusnya Rud, tapi…

“Maaf nona. Waktu anda sudah habis. Sekarang mari ikut kami!” Seru seorang polisi yang tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

“Sebentar lagi ya…”

“Tidak bisa! Sekarang juga kami harus membawa Anda”  Katanya dengan keras.

“Baiklah! Silahkan Pak polisi membawa saya. Silahkan hukum saya, karena saya memang salah membunuh pacar saya sendiri. Iya kan?”

Onitha Indriani

Yang begitu tinggi saja tak melangit, tapi mengapa banyak tanah yang merupa angkasa?!,.


Tulis Komentar